Pages

Jumat, 16 September 2011

Wow, Masyarakat Jerman Rela Antre Demi Kopi Luwak


Ringkasan Artikel (smeindonesia.com)

 
Indonesia Trade Promotion Centre Hamburg mengkoordinir stand di pameran Coffena yang diadakan oleh pemerintah Jerman. Pada kesempatan ini pengusaha Indonesia diwakili oleh perusahan kopi yang sudah lama bermain di bisnis kopi dan beberapa pemda Indonesia juga ikut sera dalam pameran tersebut, antara lain PT. Taman Delta Indonesia (exporter coffee bean), Fortunium (produsen kopi Luwak), Tapis Luwak, Pemda Jawa Barat (diwakili oleh Paris van Java), dan Pemda Enrekang- Sulawesi Selatan.

Para pengunjung yang kebanyakan masyarakat Eropa sangat menikmati kopi dari Indonesia. Karena kopi yang disajikan adalah kopi yang sangat eksotik dan sangat mahal yaitu kopi luwak. Para pengunjung sampai rela antri untuk mencoba kopi tersebut. Karena selain kopi luwak terkenal sangat mahal (1.000 Euro/Kg)dan juga sangat jarang tersedia di Eropa.
Selain kopi luwak ada pilihan lain yaitu kopi Enrekang yang telah menjadi kopi terenak menurut cupping test tahun 2009, juga sangat diminati oleh para trader. Pada pameran kali ini pemda Enrekang mengangkat tema tentang kehidupan petani. Karena perkebunan kopi Enrekang masih dikelolah secara traditional oleh petani dan kebun kopi sudah menjadi tumpuan hidup mereka secara turun menurun.
Strategi ini sangat cocok untuk pedagang di Jerman, karena sudah menjadi topik di mana-mana bahwa para pengusaha juga harus ikut memperhatikan kesejahteraan petani, tidak semata-mata berorientasi pada bisnis dan profit semata. Hal in dibuktikan dengan banyaknya pengusaha jerman yang tertarik untuk membeli langsung dari pemda Enrekang tanpa melalui trader. Karena dengan melalukan kontak langsung antara petani dan pengusaha, maka nasib petani dapat diperhatikan langsung oleh pengusaha, termasuk memberikan suntikan modal dan bimbingan teknis agar petani kopi dapat meningkatkan dan mempertahankan mutu kopi yang dihasilkan.
Masyarakat Jerman dan Eropa memang sangat gemar memimum kopi dan sudah menjadi bagian hidup dari semua orang, baik pria maupun wanita. Menurut data survey tahun 2008 komsumsi kopi perkapita untuk orang jerman adalah 6.4 kg artinya setiap orang jerman meminum kopi 6.4 kg per tahun, bandingkan dengan konsumsi kopi Indonesia yang cuma 0.5 Kg per kapita. Jika penggemar kopi di Indonesia meningkat seperti di Jerman dan Eropa maka kesejahteraan petani kecil dapat  diwujudkan.
Untuk memasuki pasar Jerman sangat susah karena pasar Jerman mulai masyarakat certification seperti Fair Trade, Organic, etc. Kita membutuhkan strategi dan pendekatan khusus untuk dapat memasuki pasar tersebut. Sebaiknya pemerintah Indonesia melalui pemda-pemdanya memberikan bantuan modal dan pengarahan tentang peningkatan standar mutu. Sehingga kita dapat mengekspor  kopi ke negara-negara yang menggemari kopi, selain dapat meningkatkan devisa negara kita juga dapat mensejahterakan kehidupan para petani kecil di Indonesia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More