Ringkasan Artikel
(smeindonesia.com)
Indonesia
Trade Promotion Centre Hamburg mengkoordinir stand di pameran Coffena yang
diadakan oleh pemerintah Jerman. Pada
kesempatan ini pengusaha Indonesia diwakili oleh perusahan kopi yang sudah lama
bermain di bisnis kopi dan beberapa pemda Indonesia juga ikut sera dalam
pameran tersebut, antara lain PT. Taman Delta Indonesia (exporter coffee bean),
Fortunium (produsen kopi Luwak), Tapis Luwak, Pemda Jawa Barat (diwakili oleh
Paris van Java), dan Pemda Enrekang- Sulawesi Selatan.
Para
pengunjung yang kebanyakan masyarakat Eropa sangat menikmati kopi dari
Indonesia. Karena kopi yang disajikan adalah kopi yang sangat eksotik dan sangat
mahal yaitu kopi luwak. Para pengunjung sampai rela antri untuk mencoba kopi
tersebut. Karena selain kopi luwak terkenal sangat mahal (1.000 Euro/Kg)dan
juga sangat jarang tersedia di Eropa.
Selain
kopi luwak ada pilihan lain yaitu kopi Enrekang yang telah menjadi kopi terenak
menurut cupping test tahun 2009, juga sangat diminati oleh para trader. Pada
pameran kali ini pemda Enrekang mengangkat tema tentang kehidupan petani.
Karena perkebunan kopi Enrekang masih dikelolah secara traditional oleh petani
dan kebun kopi sudah menjadi tumpuan hidup mereka secara turun menurun.
Strategi
ini sangat cocok untuk pedagang di Jerman, karena sudah menjadi topik di mana-mana
bahwa para pengusaha juga harus ikut memperhatikan kesejahteraan petani, tidak
semata-mata berorientasi pada bisnis dan profit semata. Hal in dibuktikan
dengan banyaknya pengusaha jerman yang tertarik untuk membeli langsung dari
pemda Enrekang tanpa melalui trader. Karena dengan melalukan kontak langsung
antara petani dan pengusaha, maka nasib petani dapat diperhatikan langsung oleh
pengusaha, termasuk memberikan suntikan modal dan bimbingan teknis agar petani
kopi dapat meningkatkan dan mempertahankan mutu kopi yang dihasilkan.
Masyarakat
Jerman dan Eropa memang sangat gemar memimum kopi dan sudah menjadi bagian
hidup dari semua orang, baik pria maupun wanita. Menurut data survey tahun 2008
komsumsi kopi perkapita untuk orang jerman adalah 6.4 kg artinya setiap orang
jerman meminum kopi 6.4 kg per tahun, bandingkan dengan konsumsi kopi Indonesia
yang cuma 0.5 Kg per kapita. Jika penggemar kopi di Indonesia meningkat seperti
di Jerman dan Eropa maka kesejahteraan petani kecil dapat diwujudkan.
Untuk
memasuki pasar Jerman sangat susah karena pasar Jerman mulai masyarakat
certification seperti Fair Trade, Organic, etc. Kita membutuhkan strategi dan
pendekatan khusus untuk dapat memasuki pasar tersebut. Sebaiknya pemerintah
Indonesia melalui pemda-pemdanya memberikan bantuan modal dan pengarahan
tentang peningkatan standar mutu. Sehingga kita dapat mengekspor kopi ke negara-negara yang menggemari kopi,
selain dapat meningkatkan devisa negara kita juga dapat mensejahterakan kehidupan
para petani kecil di Indonesia.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar