Pages

Jumat, 09 September 2011

Intisari dari Video Walmart

Sam Walton mendirikan Wal-Mart pada tahun 1962. Filosofinya adalah menghormati setiap individu, melayani konsumen dengan baik, dan striving for excellence. Setiap toko Wal-Mart mempunyai program yang dipimpin oleh para pegawai lokal, yang tumbuh dan mengerti kebutuhan disana. Wal-Mart menguasai dunia ritel di Amerika Serikat, bergerilya dengan toko-toko kecil di pinggiran kota, dan kemudian masuk ke giant retail dengan konsep “ Everyday Low Price”.
Wal-Mart adalah perusahaan ritel terbesar di Amerika dan memasuki peringkat pertama dalam indeks Fortune 500. Pada saat ini, Wal-Mart mengoperasikan lebih dari 4.150 cabang diseluruh dunia. Dominasinya mencakup Kanada, Meksiko, dan Inggris Raya. Menurut Fortune 500, Wal-Mart menjadi nomor satu di seluruh dunia bila dilihat dari penjualannya.
Strategi yang dipakai Sam adalah menjual produk berkualitas tinggi dan punya brand terkenal, tetapi dengan harga termurah. Agar dapat menjual dengan harga paling murah, perusahaan menekan biaya dengan memanfaatkan teknologi canggih semaksimal mungkin dan membuat sistem pergudangan yang baik. Selain itu, Wal-Mart membuat kesepakatan untuk mengambil barang langsung dari suplier atau pihak manufaktur tidak menggunakan perantara (grosir).
Saat ini, Wal-Mart memiliki lebih dari 1.600 toko ritel. Inti bisnis ritelnya dibagi menjadi 4 divisi : Wal-Mart Stores, Super Centers, Sam’s Club Warehouse, dan Neighborhood Markets. Wal-Mart Stores dan Super Centers menyediakan “one stop family shoping”, produk-produk kebutuhan rumah tanggga, dan produk-produk umum lainnya. Sam’s Club adalah sebuah warehouse club khusus untuk anggota. Neighborhood Markets menawarkan pengalaman berbelanja yang menarik untuk produk-produk rumah tangga, obat-obatan (farmasi), dan barang-barang umum lainnya.
Bila diteliti lebih jauh, ada empat poin penting dalam strategi Wal-Mart ;
Pertama adalah mendominasi pasar ritel di semua tempat. Sam Walton membuat filosofi yang masih diikuti oleh perusahaan lain hingga saat ini. Wal-Mart adalah ritel yang selalu menerapkan diskon dan selalu berusaha menjual produknya dengan harga yang semurah mungkin. Walton menggaris bawahi bahwa inti strategi ini adalah menurunkankan harga produk sebanyak mungkin, menurunkan markup, dan mendapatkan keuntungan dari volume penjualan sebesar mungkin.
Sisi lain dari strategi ini adalah menerapkan sistem kompensasi untuk masing-masing toko. Masing-masing toko didorong untuk berkompetisi dengan toko lainnya dalam hal jumlah konsumen, sampai akhirnya toko-toko Wal-Mart meraih dominasi di pasar ritel lokal di daerah tersebut.
Strategi kedua adalah bertumbuh dengan melakukan ekspansi baik di AS maupun internasional. Saat ini Wal-Mart mempekerjakan lebih dari 1.3 juta pekerja dan mempunyai lebih dari 4.000 toko diseluruh dunia. Data ini dengan jelas memperlihatkan dominasi dan kekuatan Wal-Mart dalam melakukan ekspansi.
Wal-Mart memang sangat agresif melakukan ekspansi. Strategi ekspansi yang terakhir adalah masuk ke suatu negara, mengambil alih atau membeli ritel-ritel nasional.
Setelah dibeli, Wal-Mart mengubahnya menjadi toko-toko Wal-Mart. Dengan pengambil alihan perusahaan-perusahaan ritel lokal atau nasional, Wal-Mart mendapatkan keuntungan berupa hilangnya kompetitor besar, dan mendapatkan lokasi di tempat strategis sekaligus karyawannya. Ini cara yang efisien dalam penggunaan dana.
Perusahaan lalu mulai memperkenalkan brand-nya sambil tetap mempertahankan keadaan outlet yang lama. Secara bertahap, bila toko tersebut sudah untung dan majemennya sudah bisa dikendalikan, maka Wal-Mart mulai mendesain ulang toko tersebut agar menjadi toko Wal-Mart yang sebenarnya, sambil terus mengendalikan pasar yang ada.
Strategi ketiga adalah menciptakan kesan baik dan kepuasan pelanggan akan brand Wal-Mart. Ritel ini ingin konsumen mendapatkan image bahwa yang terbaik (murah). Caranya dengan berkomunikasi lewat televisi maupn media cetak. Karakteristik promosi mereka adalah penggunaan toko-toko dan pegawainya sendiri dalam iklan. Tema harga murah juga selalu diangkat dalam promosi merek. Selain itu perusahaan juga menerapkan partnership atau co-branding, misalnya banyak toko Wal-Mart yang didalamya terdapat restoran McDonald’s.
Strategi keempat adalah masuk ke sektor-setor ritel yang baru. Wal-Mart melebarkan sayapnya kesektor farmasi dan otomotif. Inilah contoh kesuksesan nyata pemikiran Walton. Setelah berhasil melakukan ekspansi untuk toko-tokonya secara fisik dan geografis, perusahaan harus melakukan ekspansi pada produk-produk yang dijualnya, dan bersaing dengan bisnis lainnya.

Jadi strategi Walmart untuk mewujudkan “ save money live better“,yaitu dengan menjual produk bermerek dengan harga rendah melalui penerapan sistem supply chain yang efektif dan efisien yang didukung oleh infrastruktur dan teknologi informasi yang canggih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More