Sam Walton
mendirikan Wal-Mart pada tahun 1962. Filosofinya adalah menghormati setiap
individu, melayani konsumen dengan baik, dan striving for excellence.
Setiap toko Wal-Mart mempunyai program yang dipimpin oleh para pegawai lokal,
yang tumbuh dan mengerti kebutuhan disana. Wal-Mart menguasai dunia ritel di
Amerika Serikat, bergerilya dengan toko-toko kecil di pinggiran kota, dan
kemudian masuk ke giant retail dengan konsep “ Everyday Low Price”.
Wal-Mart
adalah perusahaan ritel terbesar di Amerika dan memasuki peringkat pertama
dalam indeks Fortune 500. Pada saat ini, Wal-Mart mengoperasikan lebih dari
4.150 cabang diseluruh dunia. Dominasinya mencakup Kanada, Meksiko, dan Inggris
Raya. Menurut Fortune 500, Wal-Mart menjadi nomor satu di seluruh dunia bila
dilihat dari penjualannya.
Strategi
yang dipakai Sam adalah menjual produk berkualitas tinggi dan punya brand
terkenal, tetapi dengan harga termurah. Agar dapat menjual dengan harga paling
murah, perusahaan menekan biaya dengan memanfaatkan teknologi canggih
semaksimal mungkin dan membuat sistem pergudangan yang baik. Selain itu,
Wal-Mart membuat kesepakatan untuk mengambil barang langsung dari suplier atau
pihak manufaktur tidak menggunakan perantara (grosir).
Saat ini,
Wal-Mart memiliki lebih dari 1.600 toko ritel. Inti bisnis ritelnya dibagi
menjadi 4 divisi : Wal-Mart Stores, Super Centers, Sam’s Club Warehouse, dan
Neighborhood Markets. Wal-Mart Stores dan Super Centers menyediakan “one
stop family shoping”, produk-produk kebutuhan rumah tanggga, dan produk-produk
umum lainnya. Sam’s Club adalah sebuah warehouse club khusus untuk anggota.
Neighborhood Markets menawarkan pengalaman berbelanja yang menarik untuk
produk-produk rumah tangga, obat-obatan (farmasi), dan barang-barang umum
lainnya.
Bila diteliti
lebih jauh, ada empat poin penting dalam strategi Wal-Mart ;
Pertama adalah
mendominasi pasar ritel di semua tempat. Sam Walton membuat filosofi yang masih
diikuti oleh perusahaan lain hingga saat ini. Wal-Mart adalah ritel yang selalu
menerapkan diskon dan selalu berusaha menjual produknya dengan harga yang
semurah mungkin. Walton menggaris bawahi bahwa inti strategi ini adalah
menurunkankan harga produk sebanyak mungkin, menurunkan markup, dan mendapatkan
keuntungan dari volume penjualan sebesar mungkin.
Sisi lain
dari strategi ini adalah menerapkan sistem kompensasi untuk masing-masing toko.
Masing-masing toko didorong untuk berkompetisi dengan toko lainnya dalam hal
jumlah konsumen, sampai akhirnya toko-toko Wal-Mart meraih dominasi di pasar
ritel lokal di daerah tersebut.
Strategi
kedua adalah bertumbuh dengan melakukan ekspansi baik di AS maupun
internasional. Saat ini Wal-Mart mempekerjakan lebih dari 1.3 juta pekerja dan
mempunyai lebih dari 4.000 toko diseluruh dunia. Data ini dengan jelas
memperlihatkan dominasi dan kekuatan Wal-Mart dalam melakukan ekspansi.
Wal-Mart
memang sangat agresif melakukan ekspansi. Strategi ekspansi yang terakhir
adalah masuk ke suatu negara, mengambil alih atau membeli ritel-ritel nasional.
Setelah
dibeli, Wal-Mart mengubahnya menjadi toko-toko Wal-Mart. Dengan pengambil
alihan perusahaan-perusahaan ritel lokal atau nasional, Wal-Mart mendapatkan
keuntungan berupa hilangnya kompetitor besar, dan mendapatkan lokasi di tempat
strategis sekaligus karyawannya. Ini cara yang efisien dalam penggunaan dana.
Perusahaan
lalu mulai memperkenalkan brand-nya sambil tetap mempertahankan keadaan outlet
yang lama. Secara bertahap, bila toko tersebut sudah untung dan majemennya
sudah bisa dikendalikan, maka Wal-Mart mulai mendesain ulang toko tersebut agar
menjadi toko Wal-Mart yang sebenarnya, sambil terus mengendalikan pasar yang
ada.
Strategi
ketiga adalah menciptakan kesan baik dan kepuasan pelanggan akan brand
Wal-Mart. Ritel ini ingin konsumen mendapatkan image bahwa yang terbaik
(murah). Caranya dengan berkomunikasi lewat televisi maupn media cetak.
Karakteristik promosi mereka adalah penggunaan toko-toko dan pegawainya sendiri
dalam iklan. Tema harga murah juga selalu diangkat dalam promosi merek. Selain
itu perusahaan juga menerapkan partnership atau co-branding, misalnya banyak
toko Wal-Mart yang didalamya terdapat restoran McDonald’s.
Strategi
keempat adalah masuk ke sektor-setor ritel yang baru. Wal-Mart melebarkan
sayapnya kesektor farmasi dan otomotif. Inilah contoh kesuksesan nyata
pemikiran Walton. Setelah berhasil melakukan ekspansi untuk toko-tokonya secara
fisik dan geografis, perusahaan harus melakukan ekspansi pada produk-produk
yang dijualnya, dan bersaing dengan bisnis lainnya.
Jadi strategi Walmart untuk
mewujudkan “ save money live better“,yaitu dengan menjual produk bermerek
dengan harga rendah melalui penerapan sistem supply chain yang efektif dan
efisien yang didukung oleh infrastruktur dan teknologi informasi yang canggih.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar