Pages

Jumat, 16 September 2011

THE FOUR TIGERS OF GLOBAL E-BUSINESS INFRASTRUCTURE: STRATEGIES AND IMPLICATIONS FOR EMERGING ECONOMIES


Ringkasan Artikel

Munculnya e-bisnis global merupakan  jalur baru untuk negara-negara berkembang karena kebutuhan infrastruktur untuk berhasil menerapkan teknologi informasi berbeda dari era industri teknologi:
v  Pertama, layanan informasi yang intensif tidak tergantung pada infrastruktur fisik seperti jaringan transportasi yang efektif merupakan dasar yang penting untuk teknologi manufaktur tradisional. Mereka mewakili pergeseran dari aset fisik ke elektronik dan aset intelektual. Akibatnya, kebutuhan untuk tenaga kerja terdidik bahkan lebih penting daripada sebelumnya.
v  Kedua, teknologi informasi memungkinkan untuk penyebaran kegiatan ekonomi. Di dalam teknologi produksi manufaktur  perlu berkonsentrasi di lokasi pusat untuk mencapai skala ekonomi. Dapat memproduksi layanan IT, sehingga dapat disebarkan ke lokasi geografis yang berbeda.
v  Ketiga, teknologi informasi tidak hanya sebagai modal intensif seperti teknologi manufaktur. Akibatnya, pengusaha di negara-negara berkembang dapat masuk ke dalam industri e-bisnis dengan investasi teknologi yang relatif kecil.
Strategi nasional yang sukses dibangun dengan memanfaatkan kondisi khas faktor nasional. Strategi tidak hanya didasarkan pada kekuatan tetapi juga pada kerugian yang unik dan tantangan yang dapat diatasi. Sebagai contoh:
v  Irlandia menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengatasi jarak geografisnya dari seluruh Eropa.
v  Perusahaan India menggunakan jaringan sosial dan strategi pembiayaan yang inovatif guna mengatasi hambatan lembaga untuk ekspansi internasional.

v  Perusahaan Finlandia berusaha keras  memimpin teknologi untuk mendapatkan visibilitas di pasar dunia.

v  Singapura meluncurkan prakarsa nasional yang luas untuk mempromosikan perdagangan internasional untuk mengatasi tantangan kompetitif di bidang manufaktur dari negara-negara tetangganya.

Pengembangan keahlian dalam mengatasi hambatan tersebut dapat dijalankan sebagai dasar penting bagi persaingan. Kasus-kasus dari The Four Tigers  dapat digunakan untuk menarik pelajaran bagi negara-negara berkembang untuk berpartisipasi lebih efektif dalam e-bisnis global dan untuk menutup kesenjangan digital. Berikut ini adalah rekomendasi dari kami:

v  Negara-negara berkembang dapat dengan mengembangkan penyelidiki secara unik dan terbuka dengan penerapan cara-cara alternatif  teknologi baru.

v  Negara-negara berkembang harus hati-hati dalam mempertimbangkan peluang dan dibutuhkan keberhasilan dalam menerapkan teknologi informasi dan komunikasi  dan kemudian strategi untuk mengembangkan infrastruktur e-bisnis.

v  Strategi Tiger menunjukkan cara-cara alternatif untuk mengkonfigurasi sumber daya untuk kegiatan e-bisnis yang spesifik.

v  Untuk mengadopsi strategi infrastruktur e-bisnis khususnya,negara-negara berkembang tidak perlu kemampuan yang tinggi dalam kesiapan  semua dimensi  e-bisnis. Sebagaicontoh,beberapa jenis aliansi yang berbeda  dapat dibentuk untuk dunia pengetahuan.

v  Pengadopsian teknologi tingkat tinggi dalam negeri tidak diperlukan untuk semua strategi. Mekanisme untuk membuat kemampuan rutin tergantung pada situasi di suatu negara. Inovasi mungkin berasal di universitas-universitas, mendirikan perusahaan atau start-up perusahaan. Baik perusahaan lokal dan multinasional mungkin dapat terlibat dalam merancang model bisnis yang inovatif untuk melayani berbagai segmen pasar.

The Four Tigers sebagai contoh  strategi infrastruktur e-bisnis yang khas. Dalam setiap kasus, sumber daya nasional dikerahkan dan difokuskan untuk membangun kemampuan dalam aktivitas tertentu.

Fokus pada industri e-bisnis yang spesifik  adalah langkah pertama dalam menetapkan proses peningkatan kemampuan. Dampak dari hasil saling melengkapi dalam kemampuan industri yang tepat kemudian memberikan pondasi dasar untuk  keunggulan kompetitif jangka panjang.

Pengembangan strategis dari infrastruktur e-bisnis di negara berkembang merupakan cara penting untuk mengatasi kesenjangan digital dan menciptakan peluang untuk percepatan pengembangan. Peminta teknologi sering berbicara tentang tahap pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, pendekatan seperti itu menyarankna suatu tindakan sebelum mendirikan sebuah perangkat dalam pengembangan teknologi dan industri. Kami menyarankan bahwa pengembangan dapat dipercepat dengan mengidentifikasi jalur alternatif untuk membangun kemampuan teknologi.

Jumat, 09 September 2011

Tim NBA membuat Slum Dunk dengan Teknologi Informasi

       Basket adalah olahraga berenergi tinggi, tapi juga bisnis besar. Tim professional yang tergabung dalam NBA membayar setiap pemain rata-rata $ 5 juta per tahun. Untuk jumlah uang itu, anggota tim berharap banyak dan terus-menerus mengamati cara meningkatkan kinerja mereka.
Statistik pertandingan basket tradisional gagal untuk menangkap semua rincian yang terkait dengan pertandingan dan tidak mudah dihubungkan dengan rekaman pertandingan. Akibatnya, keputusan tentang perubahan strategi untuk mengambil keuntungan dari kelemahan lawan didasarkan pada firasat dan insting.
Sebuah perusahaan yang dikenal Synergy Sports Technology’s menemukan sebuah cara untuk mengumpulkan dan mengatur data statistik berjaringan halus dan menghubungkan data ke video klip terkait. Pegawai Synergy lebih dari 30 orang untuk menyesuaikan video dari setiap pertandingan dengan informasi statistik dimana pemain memiliki bola, jenis pertandingan apa yang dimainkan dan hasilnya.
Setiap pertandingan dipotong dan ditampilkan, pertandingan demi pertandingan, menggunakan ratusan kategori deskriptif dan data ini dihubungkan dengan video resolusi tinggi. Kemudian pelatih menggunakan indeks untuk menemukan video klip yang tepat yang membuat mereka tertarik dan mengakses video pada website yang dilindungi. Dalam hitungan detik mereka dapat menonton video streaming di situs dilindungi atau mereka dapat mendownload ke dalam laptop dan iPods.

Permasalahan:
      Tantangan yang dihadapi Tim NBA menunjukkan mengapa sistem informasi sangat penting saat ini. Seperti bisnis lainnya, basket professional menghadapi tekanan dari biaya tinggi, khususnya untuk gaji anggota tim dan biaya perjalanan untuk mencari bakat baru. Tim mencoba untuk meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan kinerja pegawai, khususnya kineja anggota tim basket. Manajemen tidak dapat dapat membuat keputusan yang baik tentang bagaimana meningkatkan kinerja tim dan pemain itu sendiri karena kurang memiliki data yang akurat tentang pertandingan.

Solusi:
        Manajemen menemukan sebuah sistem informasi baru untuk memberikan informasi yang lebih baik. Sistem informasi ini didasarkan pada layanan yang disediakan oleh Synergy Sports Technology’s. Staf Synergy menguraikan setiap pertandingan menjadi serangkaian permainan dan kemudian mengkategorikan setiap permainan berdasarkan pemain, jenis permainan, dan hasilnya. Data ini ditampilkan dengan video mereka menjelaskan dengan membuat video memudahkan untuk pencarian.  Pelatih NBA dan manajemen dapat menganalisis data untuk melihat gerakan serangan dan pertahanan yang paling efektif untuk setiap pemain tim. Anggota tim dapat menggunakan iPod untuk mendownload video untuk membantu mempersiapkan pertandingan mereka. Solusi inovatif ini memungkinkan manajemen basket untuk menggunakan data statistik yang objektif tentang pemain, pertandingan, dan hasil untuk meningkatkan pengambilan keputusan mereka tentang apa yang harus ataupun tidak harus dilakukan pemain yang paling efektif untuk melawan lawan-lawan mereka.

Organisasi, Manajemen, dan Perusahaan yang Saling Terhubung


Ringkasan:

1.      Menjelaskan  alasan mengapa system informasi sangat penting dalam bisnis saat ini.
Sistem informasi merupaka dasar bagi jalannya bisnis saat ini. Di banyak industri, kelangsungan hidup perusahaan sangatlah sulit tanpa pengetahuan luas dari teknologi informasi. Sistem informasi menjadi lebih penting dalam membantu jalannya perusahaan dalam ekonomi global. Organisasi mencoba untuk menjadi lebih kompetitif dan efisien dengan mengubah dirinya menjadi perusahaan digital yang menggunakan teknologi digital dalam hal proses bisnis inti, hubungan pelanggan, pemasok, dan karyawan. Bisnis saat ini menggunakan sistem informasi untuk mencapai tujuan utama organisasi : keunggulan operasional, produk baru, pelayanan dan model bisnis, hubungan pelanggan-pemasok, meningkatkan proses pengambilan keputusan, keunggulan kompetitif dan kelangsungan hidup dari hari ke hari.

2.      Mendefinisikan sistem informasi dari perseptif teknis dan bisnis.
Dari persektif teknis, sebuah sistem informasi mengumpulkan, menyimpan, dan menyebarkan informasi dari lingkungan organisasi dan operasi internal untuk menunjang fungsi organisasi dan pengambilan keputusan, komunikasi, koordinasi, pengawasan, analisis, dan penggambaran. Sistem informasi mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna melalui tiga kegiatan dasar: input, proses, output. Dari perspektif bisnis, sistem informasi memberikan solusi atas permasalahan atau tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dan memberikan nilai ekonomis nyata bagi perusahaan.

3.      Mengidentifikasi dan menjelaskan tiga dimensi sistem informasi.
Sistem informasi merupakan kombinasi dari elemen manajemen, organisasi, dan teknologi. Aspek manajemen sistem informasi meliputi kepemimpinan, strategi, perilaku manajemen. Aspek teknologi terdiri atas peranti keras, peranti lunak komputer, teknologi manajemen data dan teknologi jaringan/telekomunikasi(termasuk internet). Aspek organisasi dari sistem informasi melibatkan hierarki organisasi, keahlian fungsional, proses bisnis, budaya dan kelompok politis.

4.      Mengevaluasi asset-aset komplementer yang dibutuhkan bagi teknologi informasi agar dapat memberikan nilai bagi bisnis.
Sistem informasi merupakan bagian dari urutan kegiatan menambah nilai untuk mendapatkan, mengubah, dan mendistribusikan informasi dengan tujuan meningkatkan proses pengambilan keputusan, meningkatkan kinerja perusahaan, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas perusahaan. Teknologi informasi tidak dapat memberikan nilai ini jika tidak diikuti dengan perubahan dalam organisasi dan manajemen yang disebut sebagai aset komplementer. Asset-aset komplementer ini termasuk model bisnis terbaru, proses bisnis baru, budaya organisasi yang menunjang, insentif atas dukungan manajemen dan inovasi, pelatihan, dan aset sosial seperti standar, hukum dan peraturan, dan infrastruktur telekomunikasi. Perusahaan yang melakukan inventasi dengan tepat pada asset-aset komplementer ini yang biasa disebut juga dengan kapital manajemen dan organisasi, menerima pengembalian yang superior atas investasi teknologi informasi mereka.
5.    Mengidentifikasi dan menjelaskan pendekatan-pendekatan kontemporer dalam mempelajari sistem informasi dan membedakabn antara keahlian dalam bidang computer dan keahlian sistem informasi.
Studi sistem informasi berurusan dengan isu dan pendekatan yang dikontribusikan dari disiplin  teknis dan perilaku. Disiplin ilmu yang berkontibusi pada pendekatan teknis ilmu komputer, metode kuatitatif, dan riset operasi. Disiplin ilmu yang berkontribusi pada pendekatan perilaku adalah psikologi, sosiologi, dan ekonomi.
Keahlian sistem informasi membutuhkan pemahaman aspek organisasi dan manajemen atas sistem informasi. Begitu juga aspek teknis yang ditujukan bagi keahlian computer. Keahlian sistem informasi mengambil baik pendekatan teknis dan perilaku untuk mempelajari sistem informasi. Bidang sistem informasi menciptakan keahlian sistem informasi dengan mengombinasikan semua disiplin ini dengan orientasi praktik dalam solusi pengembangan sistem atas permasalahan dunia nyata dan pengelolaan sumber daya teknologi informasi.



Intisari dari Video Walmart

Sam Walton mendirikan Wal-Mart pada tahun 1962. Filosofinya adalah menghormati setiap individu, melayani konsumen dengan baik, dan striving for excellence. Setiap toko Wal-Mart mempunyai program yang dipimpin oleh para pegawai lokal, yang tumbuh dan mengerti kebutuhan disana. Wal-Mart menguasai dunia ritel di Amerika Serikat, bergerilya dengan toko-toko kecil di pinggiran kota, dan kemudian masuk ke giant retail dengan konsep “ Everyday Low Price”.
Wal-Mart adalah perusahaan ritel terbesar di Amerika dan memasuki peringkat pertama dalam indeks Fortune 500. Pada saat ini, Wal-Mart mengoperasikan lebih dari 4.150 cabang diseluruh dunia. Dominasinya mencakup Kanada, Meksiko, dan Inggris Raya. Menurut Fortune 500, Wal-Mart menjadi nomor satu di seluruh dunia bila dilihat dari penjualannya.
Strategi yang dipakai Sam adalah menjual produk berkualitas tinggi dan punya brand terkenal, tetapi dengan harga termurah. Agar dapat menjual dengan harga paling murah, perusahaan menekan biaya dengan memanfaatkan teknologi canggih semaksimal mungkin dan membuat sistem pergudangan yang baik. Selain itu, Wal-Mart membuat kesepakatan untuk mengambil barang langsung dari suplier atau pihak manufaktur tidak menggunakan perantara (grosir).
Saat ini, Wal-Mart memiliki lebih dari 1.600 toko ritel. Inti bisnis ritelnya dibagi menjadi 4 divisi : Wal-Mart Stores, Super Centers, Sam’s Club Warehouse, dan Neighborhood Markets. Wal-Mart Stores dan Super Centers menyediakan “one stop family shoping”, produk-produk kebutuhan rumah tanggga, dan produk-produk umum lainnya. Sam’s Club adalah sebuah warehouse club khusus untuk anggota. Neighborhood Markets menawarkan pengalaman berbelanja yang menarik untuk produk-produk rumah tangga, obat-obatan (farmasi), dan barang-barang umum lainnya.
Bila diteliti lebih jauh, ada empat poin penting dalam strategi Wal-Mart ;
Pertama adalah mendominasi pasar ritel di semua tempat. Sam Walton membuat filosofi yang masih diikuti oleh perusahaan lain hingga saat ini. Wal-Mart adalah ritel yang selalu menerapkan diskon dan selalu berusaha menjual produknya dengan harga yang semurah mungkin. Walton menggaris bawahi bahwa inti strategi ini adalah menurunkankan harga produk sebanyak mungkin, menurunkan markup, dan mendapatkan keuntungan dari volume penjualan sebesar mungkin.
Sisi lain dari strategi ini adalah menerapkan sistem kompensasi untuk masing-masing toko. Masing-masing toko didorong untuk berkompetisi dengan toko lainnya dalam hal jumlah konsumen, sampai akhirnya toko-toko Wal-Mart meraih dominasi di pasar ritel lokal di daerah tersebut.
Strategi kedua adalah bertumbuh dengan melakukan ekspansi baik di AS maupun internasional. Saat ini Wal-Mart mempekerjakan lebih dari 1.3 juta pekerja dan mempunyai lebih dari 4.000 toko diseluruh dunia. Data ini dengan jelas memperlihatkan dominasi dan kekuatan Wal-Mart dalam melakukan ekspansi.
Wal-Mart memang sangat agresif melakukan ekspansi. Strategi ekspansi yang terakhir adalah masuk ke suatu negara, mengambil alih atau membeli ritel-ritel nasional.
Setelah dibeli, Wal-Mart mengubahnya menjadi toko-toko Wal-Mart. Dengan pengambil alihan perusahaan-perusahaan ritel lokal atau nasional, Wal-Mart mendapatkan keuntungan berupa hilangnya kompetitor besar, dan mendapatkan lokasi di tempat strategis sekaligus karyawannya. Ini cara yang efisien dalam penggunaan dana.
Perusahaan lalu mulai memperkenalkan brand-nya sambil tetap mempertahankan keadaan outlet yang lama. Secara bertahap, bila toko tersebut sudah untung dan majemennya sudah bisa dikendalikan, maka Wal-Mart mulai mendesain ulang toko tersebut agar menjadi toko Wal-Mart yang sebenarnya, sambil terus mengendalikan pasar yang ada.
Strategi ketiga adalah menciptakan kesan baik dan kepuasan pelanggan akan brand Wal-Mart. Ritel ini ingin konsumen mendapatkan image bahwa yang terbaik (murah). Caranya dengan berkomunikasi lewat televisi maupn media cetak. Karakteristik promosi mereka adalah penggunaan toko-toko dan pegawainya sendiri dalam iklan. Tema harga murah juga selalu diangkat dalam promosi merek. Selain itu perusahaan juga menerapkan partnership atau co-branding, misalnya banyak toko Wal-Mart yang didalamya terdapat restoran McDonald’s.
Strategi keempat adalah masuk ke sektor-setor ritel yang baru. Wal-Mart melebarkan sayapnya kesektor farmasi dan otomotif. Inilah contoh kesuksesan nyata pemikiran Walton. Setelah berhasil melakukan ekspansi untuk toko-tokonya secara fisik dan geografis, perusahaan harus melakukan ekspansi pada produk-produk yang dijualnya, dan bersaing dengan bisnis lainnya.

Jadi strategi Walmart untuk mewujudkan “ save money live better“,yaitu dengan menjual produk bermerek dengan harga rendah melalui penerapan sistem supply chain yang efektif dan efisien yang didukung oleh infrastruktur dan teknologi informasi yang canggih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More